Langsung ke konten utama

🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌ 🇵‌🇦‌🇷‌🇪‌🇳‌🇹‌🇮‌🇳‌🇬‌ MENUMBUHKAN CINTA ANAK PEREMPUAN TERHADAP HIJAB[ 3/5 ] 5⃣ Mendidik Semenjak Belum Menikah (Fase Pra Nikah) Langkah pertama dan utama serta terpenting yaitu:🔹 Bagi wanita hendaknya berhijab dengan hijab syar’i, mencintai hijabnya dan menjadikannya seakan sebagai bagian dari tubuhnya yang tidak boleh dilepas kecuali di rumah atau di tempat yang aman. Kelak diharapkan akan melahirkan puteri yang juga menghargai dan mencintai hijab.🔹 Bagi pria hendaknya mencari wanita (isteri) yang layak untuk dijadikan sebagai ibu bagi anak-anaknya, yang bisa mencintai hijab, menjadi teladan dan bisa mendidik anak di atas keimanan, cinta kasih dan kebahagiaan. 6⃣ Mendidik Semenjak Setelah Menikah (Fase Pasca Nikah) 🔹 Membangun rumah tangga di atas iman, ilmu, cinta kasih, penghormatan dan saling memahami.🔹 Menjalankan hak dan kewajiban masing-masing sebagaimana yang dituntunkan agama kita; artinya suami istri harus sudah belajar menjadi suami dan isteri yang paham hak dan kewajiban masing-masing.🔹 Berdo’a saat akan jima’: “Allahumma jannibna-sy syaithana wa jannibisy syaithana mimma rozaqtana.”🔹 Banyak berdo’a memohon keturunan yang shalih: “Robbi Hablanaa min azwaajina wa dzurriyatina qurrota ‘ayun.” 7⃣ Mendidik Semenjak Hamil (Fase di dalam Kandungan 🔹 Memperbanyak do’a, dzikir, sholawat, tilawah al-qur’an. Hal tersebut akan melahirkan ketenangan, ketentraman, dan juga berpengaruh terhadap janin.🔹 Tetap melazimi hijab dan tidak melepasnya kecuali di dalam rumah/kondisi-kondidi darurat.🔹 Menjaga kesehatan tubuh, tidak terlalu memberatkan diri hingga kelelahan, cukup istirahat, asupan nutrisi cukup.🔹 Suami lebih memperhatikan istri, lebih sabar, lebih penyayang, lebih memaklumi sifat-sifat istri yang labil saat hamil, lebih mengayomi dan memberikan ketenangan. Bersambung, insyaAllah – 📝 Catatan Saudari @elahdewia ℳـ₰✍​✿❁࿐❁✿​@abinyasalma 📎 Sumber :Kajian : Menumbuhkan Cinta Anak Terhadap HijabSabtu, 6 Juni 2020🎙️Oleh : Ustadz Abu Salma Muhammad حفظه الله تعالى🎬 Sponsored by Mujahadah Parents Projecthttps://www.instagram.com/p/CFq2LlHBHGT/?igshid=kls0cwu2odnq 👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah🌐 Blog : alwasathiyah.com‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube📷 IG : instagram.com/alwasathiyah🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌ 🇵‌🇦‌🇷‌🇪‌🇳‌🇹‌🇮‌🇳‌🇬‌ 🔗 https://t.me/alwasathiyah(Seri 1/5) MENUMBUHKAN CINTA ANAK PEREMPUAN TERHADAP HIJAB 1⃣ Mengapa Wanita Harus Berhijab? 🔹 Berhijab merupakan perintah Allah dan Rasulullah yang tegas dan jelas.🔹 Berhijab merupakan bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasulullah.🔹 Berhijab merupakan wujud keimanan seorang muslimah.🔹 Berhijab merupakan harga diri, kemuliaan dan kesucian seorang muslimah.🔹 Berhijab merupakan aktualisasi nyata dan rasa malu seorang muslimah.🔹 Tubuh manusia adalah amanah dari Allah yang dititipkan dan harus dijaga, apalagi tubuh wanita yang Allah ciptakan lebih indah.🔹 Berhijab adalah bentuk pemuliaan Allah atas segala makhluk, di antaranya perintah menutup aurat.🔹 Hijab itu manifestasi dari kesucian dan kebersihan, baik hati, jiwa dan raga.🔹 Hijab itu refleksi dari ‘ghirah’ (kecemburuan) yang baik dan dituntut. 2⃣ Mengapa Kita Harus Mendidik Puteri Kita untuk Berhijab? 🔹 Karena puteri kita adalah amanah Allah yang harus kita pelihara dan jaga.🔹 Karena puteri kita adalah karunia dan sebab yang dapat menyebabkan orangtua memperoleh surga, terhindar dari neraka dan bisa dibangkitkan dekat dengan Nabi.🔹 Karena kita diperintahkan untuk mendidik anak kita mencintai Allah dan beribadah hanya kepada-Nya serta tunduk dan taat kepada perintah Allah.🔹 Karena puteri kita adalah ‘perhiasan’ paling berharga yang harus dilindungi, dijaga, dipelihara dan tidak boleh diabaikan, ditelantarkan, dan dibiarkan. Bersambung, insyaAllah – 📝 Catatan Saudari @elahdewia ℳـ₰✍​✿❁࿐❁✿​@abinyasalma 👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah🌐 Blog : alwasathiyah.com‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube📷 IG : instagram.com/alwasathiyah🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad 📎 Sumber :Kajian : Menumbuhkan Cinta Anak Terhadap HijabSabtu, 6 Juni 2020🎙️Oleh : Ustadz Abu Salma Muhammad حفظه الله تعالى🎬 Sponsored by Mujahadah Parents Projecthttps://www.instagram.com/p/CFq2LlHBHGT/?igshid=kls0cwu2odnq

There are fillers that the Christian Association of Nigeria, CAN, Kwara state chapter may stage a protest should the pronouncement of the government regarding the controversy surrounding the wearing of head cover popularly known as hijab by female students in Christian owned mission schools in the state is not favourable to her. Report has it that the state government will be taking a position regarding the controversial issue any moment from now. The matter had during the week caused uproar within Ilorin metropolis. This medium gathered that a meeting was held by some notable Christian leaders in the state today (Sunday) to discuss the next step to take should government decision over the matter do not favour them. An unconfirmed report said the meeting tagged ‘Special Urgent Prayer Meeting’ came up at a popular church located at Muritala Muhammed road in Ilorin. The meeting was said to witnessed large turnout of believers and resolutions taken at the meeting. The Christian body is said to be demanding for two things; the return of their schools to the original owners and a ban on usage of hijab in mission schools. Amidst the controversy, this medium reliably gathered that series of meetings has been held by the Christian body and the government since Wednesday, but as we speak no agreement was reached between the parties. Against any changes, the state government is expected to make a pronouncement by tomorrow (Monday), should the government decision goes against CAN wish they may likely resolve to a protest by Tuesday.

Submitted Question About #WorldHijabDay: What is the ruling on World Hijab Day which takes place every February 1st. Many Muslims in the West promote it. Is it a bid’ah? if not, is it forbidden or doubtful since there is an imitation of the disbelievers? Answer: I put this question to a number of Scholars: Shaykh `Abdul-`Azīz Ibn Sālih al-Jarbū` in Riyadh, Shaykh Khālid Ibn `Abdir-Rahmān al-Qāsim in Jordan and Shaykh Māhir Ibn Yāsīn al-Fahl in Iraq. Below are their replies. I have excluded my original question and condensed my follow up questions for brevity:Shaykh `Abdul-`Azīz Ibn Sālih al-Jarbū`:“It is not allowed to specify a day for that nor for anything else except with a Shar`ī Evidence.” Shaykh Khālid Ibn `Abdir-Rahmān al-Qāsim:“Correct; this is an innovated matter in this form. And the default is to tie people to the Right of Allāh, Ta`ālā, upon them at all times.”I asked: “What if someone agrees but says it is needed due to the war being waged against Hijāb?”“These words are not accepted in the Sharī`ah, because calling to a Sharī`ah related matter must be through Shar`ī means. And the Sharī`ah is Perfect and Self-Sufficient. And It Contains the Shar`ī Methods to call to It. And due to that, there is no need for innovated methods.” Shaykh Māhir Ibn Yāsīn al-Fahl:“I see that this action is not good, and it will lead to wrongdoings. And from those wrongdoings are that we will be innovating an `Īd.”I asked: “What if someone agrees but says it is needed due to the war being waged against Hijāb?”“We clarify the Hijāb to the people by mentioning the Evidences from the Book and the Sunnah, and by explaining the Āyāt of the Book, in the gatherings of Thikr and Qur’ān.”I asked: “What if they say these are only attended by Muslims and we want to teach the disbelievers?”“This justification is flawed, and not valid except according to Machiavelli, who says that the ends justify the means.”And Allāh Knows Best.